Entah kapan aku mulai benar - benar menyukai dia. Berawal dari permainan konyol yang ternyata semakin lama semakin menyeret keikutsertaan hati. Menjalani ini seperti mengiris hatiku perlahan.
Menyukai seseorang, namun aku bahkan tidak tahu apakah dia juga begitu, atau dia - masih menganggap kita dalam permaianan.
Menyukai seseorang. Seketika, melihat dia bersama yang lain. Lalu, tiba - tiba menangis seperti orang bodoh.
Menyukai seseorang, hingga mendengarkan lagu sedih yang sama sampai tertidur.
Aku melakukan hal sia - sia dan bodoh karena perasaan ini. Aku membiarkan diriku tidur tidak pada waktunya. Aku jadi terlalu banyak tidur. Aku jadi terlalu sering meremas hati.
Aku terlalu berharap untuk selalu bersama dengan dia. Tertawa lepas karena dia yang selalu bisa tertawa oleh candaku.
Tubuhku enggan lelah saat aku bersama dengannya. Kami sama - sama asik berdua walau berada di tengah keramaian. Bukankah itu seru?
Ada apa denganku saat ini? Aku berantakan! Hatiku berantakan, pikiranku pun begitu. Dengan tatapan kosong, aku berjalan.
Apakah hanya karena dia aku jadi begini?
Ada banyak pertanyaan dalam rasa ini,
Bisakah aku dan dia tidak hanya seru saat bertemu?
Bisakah aku dan dia saling membicarakan kebenaran hati?
Bisakah aku berhenti menduga-duga?
Bisakah aku tertawa lepas bersama yang lain?
Bisakah dia tidak berhenti menatapku seperti itu?
Bisakah aku terus berjalan berdua dengan dia?
Bisakah dia tidak berhenti bercerita tentang dirinya padaku?
Bisakah dia terus berbuat baik padaku?
Bisakah aku menjauh dari dia?
Bisakah rasa ini berhenti menyesakan dada?
Bisakah...
No comments:
Post a Comment