Venue

Face

First Night at Empire

Setiap orang punya mimpi dan masa lalu. Bagiku, mimpi itu menggantung tepak di depan pelupuk mataku, sedangkan masa lalu mengikat erat kaki kiriku. Aku memang belum meninggalkan masa lalu, namun aku sudah berhasil melihat masa depan baru. Bagiku, dunia ini hanya ilusi yang begitu nyata, dan duniaku yang ku-nyata-kan.

Aku sangat sulit bersahabat dengan manusia, apalagi mereka yang disekitarku. Mereka terlalu berisik, egois, dan sombong. Aku sendiri tidak mengerti dengan manusia. Alasan lain mengapa aku sulit bersahabat dengan manusia karena aku bisa membaca pikiran manusia. Bagaimana mungkin aku bersahabat dengan orang yang aku tahu dia membohongiku dan bermain peran di depanku, sungguh aneh.

Aku suka mengenal manusia, namun semakin hari, semakin aku mengenal, aku semakin muak tapi juga kagum. Aku kagum pada manusia yang tetap memegang mimpinya walau banyak orang menertawakan mimpinya. Aku kagum pada manusia yang tetap sabar walau selalu gagal. Aku kagum pada manusia yang bisa menempatkan dirinya pada setiap situasi yang ada. Banyak manusia yang sungguh cerdas dan pemaaf. Bagiku, manusia seperti itu yang ku anggap "manusia".

No comments:

Post a Comment