Pagi ini seperti biasa, langit hijau dengan awan putih membentuk diorama dan kicauan burung menjadi lagu penyambut mimpi. Suara deru sungai seperti berlarian menuju hilir. Angin tampak tenang namun tetap dingin, menggambarkan kedewasaan sejatinya.
Hari ini aku tidak tahu harus bersemangat atau biasa saja. Jika aku membayangkan kebisingan yang akan terjadi nanti, artinya aku harus memikirkan solusi untuk menyelamatkan telingaku. Namun, sepertinya Tuhan sedang membantuku, beberapa hari ini, ada sosok - sosok yang hadir dalam hidupku. Mereka menjadi semangatku untuk terus tersenyum ditengah kebisingan. Walau, sosok seperti itu biasanya datang dan pergi begitu saja.
Aku ini demigod yang cukup malang. Aku hidup sendirian di tengah - tengah manusia. Jika aku mengaku demigod, maka -seringnya- gelak tawa yang aku dengar dari manusia. Keberadaanku mungkin sulit diterima dengan akal manusia, dan aku terima itu. Namun, kenyataan itu yang membuatku sering kesepian. Bagaimana pun juga, aku masih setengah manusia. Aku ingin dicintai dan mencintai, hanya saja sudut pandangku seringkali membangun jarak dengan manusia. Mungkin aneh mendengar opini - opiniku yang seringkali bertolak belakang dengan pandangan kebanyakan manusia. Bahkan, banyak dari mereka menganggap bahasanku terlalu tinggi atau terlalu rumit. Manusia punya hak untuk setuju atau tidak setuju dengan opiniku, aku tak pernah mempermasalahkan tanggapan mereka, hanya membahasnya, lalu menyimpulkan kepribadian manusia itu.
Pagi ini aku kedatangan satu kumbang, kumbang yang sedang indah - indahnya. Ia terkadang bisa bijak, namun bisa juga bodoh. Terkadang ia menyenangkan namun sering juga menyebalkan. Dan sebenarnya, aku sedang ingin menenangkan diri pagi ini. Tapi aku harus tetap bersyukur. Setidaknya aku tidak sendirian pagi ini.
Pagi ini semoga ada semangat baru dan cerita menyenangkan baru. Aku harus mempersiapkannya dan berhasil tetap tenang saat berkumpul dengan manusia bising itu. Semangat pagi!!!
No comments:
Post a Comment